Showing posts with label Dunia Kapal. Show all posts
Showing posts with label Dunia Kapal. Show all posts

2020/09/16

PERHITUNGAN LAUNCHING PELUNCURAN KAPAL

 Launching (peluncuran) kapal adalah proses menurunkan kapal dari landasan peluncur ke air yang disebabkan oleh gaya berat kapal pada bidang miring. Untuk meluncurkan kapal, harus dilakukan perhitungan berat titik berat kapal, dan perhitungan tentang resiko-resiko yang kemungkinan terjadi saat peluncuran. 

Resiko-resiko yang perlu dihindari pada saat peluncuran antara lain, kondisi dropping dan kondisi tipping. Dropping yaitu kondisi pada saat haluan kapal menghantam landasan peluncuran, terjadi saat badan kapal lepas dari landasan peluncuran (launching ways). Terjadi saat kapal telah melewati launching ways, tetapi  kedalaman air di ujung landasan lebih kecil dibandingkan tinggi sarat kapal yang dibutuhkan untuk mengapung bebas (floating). Sehingga pada akhirnya haluan kapal akan menghantam ujung landasan.

Tipping yaitu kondisi ketika sebagian badan kapal sudah masuk ke air dan sebagian badan kapal sudah lepas dari landasan peluncuran, tapi momen gaya angkat ke atas dari air lebih kecil dibandingkan momen berat kapal saat peluncuran. Kondisi ini dapat mengakibatkan kapal akan terus masuk ke dalam air (tidak bisa mengapung) atau bisa juga terjadi kapal akan patah.

Untuk menghindari dropping maupun tipping, maka langkah yang dilakukan adalah dengan memperpanjang landasan peluncuran yang berada di bawah air. Bila hal tersebut tidak dapat dilakukan maka alternative lainnya adalah dengan menunggu air pasang, sehingga tinggi permukaan air di ujung landasan dapat memenuhi syarat.

Baca Juga : Petunjuk-Pelaksanaan-Pengujian Inclining Test

PERHITUNGAN PELUNCURAN KAPAL

Langkah awal dalam perhitungan peluncuran kapal adalah menentukan berat dan titik berat kapal saat diluncurkan. Karena kapal diluncurkan dalam kondisi belum selesai, maka berat kapal saat diluncurkan lebih kecil dari berat kapal setelah selesai.

Perhitungan yang paling mendekati adalah perhitungan pos per pos, sehingga disamping menghitung berat kapal juga menghitung titik berat kapal secara memanjang dan secara vertikal terhadap baseline. Perhitungan detail titik berat ini sangat penting dilakukan, karena berhubungan dengan perhitungan tipping, stern lift, dan trim kapal saat launching (peluncuran) kapal.

Perhitungan Launching Peluncuran Kapal

(Gambar. Perhitungan Berat dan Titik Berat Kapal)

DIAGRAM PELUNCURAN

Dalam perhitungan peluncuran, beberapa data dan gaya yang bekerja pada kapal perlu diketahui dan diukur untuk memasukkan kedalam perhitungan simulasi peluncuran. Data-data yang perlu diketahui antara lain, sudut peluncuran, panjang peluncuran, tinggi permukaan air laut terhadap ujung landasan, dll.

Perhitungan Launching Peluncuran Kapal

(Gambar. Diagram Peluncuran Kapal)

Untuk perhitungan peluncuran, pada saat sekarang telah lebih mudah untuk dilakukan dan lebih akurat dibandingkan perhitungan secara manual. Kita bisa menggunakan software basic design yang sudah ada di pasaran. Mulai dari maxsurf, tribon, dll.


Perhitungan Launching Peluncuran Kapal

(Gambar. Curva Simulasi Peluncuran Software)

Setelah perhitungan yang dilakukan di atas, maka akan dapat diketahui hasil dari peluncuran kapal yang akan dilakukan. Apakah terjadi Tipping, Dropping, atau Floating dengan aman.

Pada gambar dibawah akan ditampilkan gambar simulasi tahapan launching peluncuran kapal mulai dari posisi awal sampai terjadi floating bebas di air. 

Perhitungan Launching Peluncuran Kapal

(Gambar. Simulasi Kondisi Peluncuran)

(Gambar. Simulasi Kondisi Peluncuran)

(Gambar. Simulasi Kondisi Peluncuran)

2019/10/04

PETUNJUK PELAKSANAAN PENGUJIAN INCLINING TEST

1. Pendahuluan

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan ketepatan dalam menentukan berat dan koordinat dari titik berat kapal kosong dan merupakan suatu prosedur yang direkomendasikan. Pengujian tersebut dilakukan untuk memenuhi persyaratan Klassifikasi dan persyaratan statutory untuk badan pemerintah.

2. Persiapan pengujian
2.1. Informasi yang diperlukan

Instruksi yang berisi tata pelaksanaan/prosedur pengujian, beban pengujian, urutan pemindahan beban dan hal lain yang dianggap perlu harus disampaikan ke Klasifikasi Pusat sebelum pengujian dilaksanakan.
Informasi yang diperlukan saat pelaksanaan inclining test :
- Gambar Rencana Umum
- Kapasitas Tangki
- Kurva atau Tabel Hidrostatis
- Lokasi tanda sarat (draft mark)

2.2. Persyaratan Kondisi Pengujian Kemiringan

1. Penyelesaian pembangunan sedapat mungkin sudah pada tahap akhir atau berat kapal mendekati berat kapal kosong (Lightship). Diusahakan agar barang yang belum terpasang di kapal tidak boleh melebihi 2% dan kelebihan beban tidak melebihi 4% dari berat kapal kosong tidak termasuk air ballast. Untuk kapal kecil prosentase tersebut boleh lebih besar.
2. Peranca-peranca, alat kerja, scafolding, pelat-pelat sisa, sampah-sampah dan semua peralatan yang bukan perlengkapan kapal harus dikeluarkan, apabila tidak memungkinkan untuk dikeluarkan, harus dicatat berat dan posisinya.
3. Semua peralatan dan perlengkapan kapal harus sudah terpasang atau apabila belum, harus ditempatkan pada posisinya. Jika ada benda yang dapat bergeser dan terayun, maka harus diikat ditempatnya.
4. Semua tangki sebisa mungkin dalam keadaan kosong, bilge dalam keadaan kering dan geladak seharusnya bersih dari cairan-cairan dan sampah.
5. Semua air got dan cairan di ruang terbuka harus dibersihkan. Jika pengeringan masing-masing tangki tidak memungkinkan, maka jumlah cairan yang diizinkan harus mendapat persetujuan dari Surveyor Klasifikasi.
6. Semua ruangan harus aman untuk diperiksa.
7. Secara umum, hanya personil yang bertugas dalam inclining test yang boleh berada kapal.

2.3. Kondisi Tangki

1. Diusahakan agar semua tangki berada dalam kondisi penuh atau kosong. Jumlah tangki yang berisi cairan diusahakan sesedikit mungkin.
2. Volume dan berat jenis cairan dalam tangki harus diketahui. Tangki yang terisi penuh harus diketahui bentuknya untuk menentukan pengaruh permukaan bebas.
3. Harus diupayakan tidak terjadi adanya gelembung udara yang menyebar di seluruh tangki. Semua sambungan antar tangki harus ditutup dan semua tangki yang kosong harus dikeringkan.

Baca Juga: Inclining Experiment

2.4. Kondisi Lingkungan dan Susunan penambatan

1. Semua tali tambat kapal harus dalam keadaan bebas tegangan atau dikendorkan pada arah melintang kapal saat pembacaan pendulum. Tidak boleh ada momen yang timbul akibat dari tali tambat, dermaga dan lain-lain. Sedapat mungkin kapal harus berada ditempat yang tenang, daerah yang terlindung dan bebas dari pengaruh luar.
2. Kedalaman perairan di bawah lambung kapal harus mencukupi untuk menjamin bahwa dasar lambung kapal benar-benar bebas dari dasar perairan. Sebelum pengujian, kedalaman perairan harus diukur pada beberapa lokasi untuk mengantisipasi adanya perubahan pasang surut.
3. Penyusunan penambatan yang ideal meliputi haluan buritan, pada kedua sisi kapal kapal yang diikat sedekat mungkin dari garis tengah kapal.
4. Jika terjadi arus pasang surut maka pengujian dilakukan pada saat pasang surut terkecil.
5. Tangga akomodasi harus berada pada posisi disimpan pada tempatnya dan tangga dari darat harus dilepas selama pengujian. Kabel-kabel, selang yang harus tetap terhubung diusahakan agar dalam keadaan kendor.
6. Kapal boleh ditambatkan dengan cara yang lain asalkan disetujui oleh Surveyor.
7. Pengujian tidak boleh dilakukan dengan posisi kapal melintang terhadap arah angin, ombak dan arus karena akan menyebabkan ketepatan hasil pengujian tidak dapat dijamin.


PETUNJUK PELAKSANAAN INCLINING TEST
Inclining Experiment Plan

2.5. Beban uji

1. Untuk inclining test sebaiknya menggunakan beban uji berupa benda padat.
2. Penggunaan perpindahan air ballast untuk memiringkan kapal harus dihindari kecuali apabila tidak memungkinkan memiringkan kapal dengan beban uji yang padat. Apabila digunakan dengan cara perpindahan air ballast, prosedur rincinya, termasuk perhitungannya harus dikirimkan ke Kantor Pusat Klasifikasi  untuk disetujui.
3. Beban uji harus cukup untuk memiringkan kapal paling sedikit 10 dan paling besar 40 pada setiap kapal terhitung dari posisi awal. Akan tetapi dalam hal tidak memungkinkan untuk mencapai kemiringan sebesar 10  dengan menggunakan beban padat atau air ballast, maka dapat diterima sudut kemiringan yang lebih kecil dengan catatan persyaratan simpangan bandul harus mencapai 15 cm.
4. Setiap beban uji harus beban yang menyatu terbebas dari air dan dibentuk sedemikian rupa sehingga titik beratnya dapat ditentukan dengan tepat, dianjurkan agar beban uji jumlahnya tidak kurang dari 4 buah (atau empat kelompok beban), masing-masing memiliki berat yang sama dan beban uji berada posisi yang simetris dan sejajar dengan garis tengah kapal, berada ditempat yang mudah dipindahkan dan mudah pengukuran lengannya.
5. Setiap beban uji harus diberi tanda dengan diberi nomor identifikasi. Beban uji harus ditimbang menggunakan timbangan yang telah dikalibrasi dengan disaksikan oleh Surveyor. Semua beban ditempatkan pada Main Deck.
2.6. Pendulum dan Peralatan Uji
1. Dianjurkan untuk menggunakan 3 buah peralatan untuk menentukan kemiringan kapal setelah masing-masing beban dipindahkan ke sisi yang lain namun sedikitnya 2 buah peralatan yang digunakan, salah satu peralatan adalah menggunakan pendulum.
2. Jika menggunakan 2 (dua) pendulum, maka akan ditempatkan masing-masing di depan dan di bagian belakang kapal pada posisi Centre Line.
3. Jika menggunakan 3 (tiga) pendulum, maka ditempatkan masing-masing di belakang, , tengah, depan kapal pada posisi Centre Line.

2.7. Trim dan Stabilitas
1. Kapal harus pada posisi tegak sebelum dimiringkan, diizinkan posisi awal kapal tidak melebihi 0,50o.
2. Trim yang berlebihan harus dihindari pada bentuk badan kapal tertentu pada daerah yang akan mengakibatkan perubahan bentuk bidang garis air pada saat kapal miring. Kondisi tersebut diatas harus dipertimbangkan dalam menentukan sarat trim yang memadai untuk pengujian.
3. Personil yang melaksanakan pengujian harus yakin bahwa kapal memiliki stabilitas yang memadai, stabilitas positif dan tegangan yang timbul masih dapat diterima selama pengujian berlangsung. Perkiraan Tinggi Metasentra paling sedikit adalah 0,20 m.

3. Pelaksanaan Inclining Test dan Pencatatan
3.1. Pengukuran Sarat Air dan Berat Jenis Air
1. Sarat air/lambung timbul harus diukur menjelang dan setelah pengujian untuk meyakini bahwa tidak ada penambahan besar pada kondisi kapal selama pengujian
2. Sarat air/lambung timbul harus diukur di haluan, buritan dan tengah kapal dari tanda sarat(draft mark) pada kedua sisi. Apabila lambung timbul tidak diukur dari tepi atas garis geladak pada sisi kapal dari geladak lambung timbul atau pada gading yang sama lokasinya dengan tanda sarat, maka lokasinya dan data vertikalnya harus dinyatakan.
3. Perahu dengan ukuran memadai dengan lambung timbul yang kecil harus tersedia untuk pengukuran sarat air.
4. Untuk memeriksa ketepatan pengukuran sarat air, dianjurkan menggambar 2 (dua) garis air berdasarkan pembacaan sarat air dan dengan yang diukur berdasarkan lambung timbul. Bila pengukuran tepat, maka kedua garis air akan berhimpit. Jika kedua garis air tidak berhimpit, maka pengukuran tambahan harus dilakukan.
5. Sejumlah contoh air yang memadai harus diambil pada lokasi dan kedalaman yang sesuai untuk memperoleh hasil pemeriksaan berat jenis air yang tepat.

Petunjuk Pelaksanaan Inclining Test Pendulum Record sheet
Pendulum Record Sheet

3.2. Pemindahan Beban Pengujian

1. Urutan pemindahan beban uji dapat dilihat sesuai skema
2. Posisi beban uji harus diberi tanda diatas geladak untuk menjamin bahwa pemindahan dilakukan dengan konsisten. Jarak pergeseran beban melintang harus sejauh mungkin dan perubahan pada posisi memanjang dan vertikal ketika gerakan dari kiri ke kanan atau sebaliknya harus dihindari
3. Jarak bandul harus diukur dari titik pusat ayunan sampai dengan papan pembacaan simpangan.
4. Pembacaan simpangan bandul pada papan pencatat dapat dilakukan dengan salah satu berikut ini

  • pada akhir posisi stabil dari bandul setelah berhentinya gerakan kapal akibat pergeseran benda uji.
  • dengan cara menentukan harga rata-rata dari simpangan (osilasi).

5. Jika menggunakan peralatan yang lain sudut kemiringan dicatat mengikuti petunjuk dari peralatan tersebut.
6. Pemeriksaan setiap alat ukur harus dilakukan selama pengujian berlangsung.
7. Personil pelaksana diinstruksikan tetap ditempat tugasnya (diusahakan di centre line) ketika pembacaan data kemiringan kapal berlangsung.

Inclining Test shifting movement
Inclining Test shifting movement
Shifting Movement





2019/10/02

PROSES PEMBUATAN KAPAL

Dalam tulisan kali ini akan dibahas secara garis besar proses pembuatan kapal di galangan.
1. Design Kapal
Design bisa didapat dari designer atau bisa dibuat sendiri untuk galangan besar. Design yang dimaksud harus sudah mendapatkan persetujuan atau approval dari Badan Klasifikasi.
Proses Pembuatan Kapal Design Key Plan
Design Key Plan
Design Key Plan Pembuatan Kapal
Design Key Plan

2. Pembuatan Gambar Kerja (Assembly Drawing)
Gambar kerja disesuaikan dengan strategi pembangunan dan fasilitas produksi galangan. Kapal dibagi menjadi beberapa bagian blok. Besar kecilnya blok disesuaikan dengan kapasitas angkat Crane.
Block Division pembuatan kapal
Block Division

Model tiga dimensi pembuatan kapal
Model Kapal 3D

Gambar kerja detail dibuat menggunakan software khusus perkapalan, banyak software khusus perkapalan yang beredar di pasaran, missal Nupas Cadmatic, Tribon/Aveva Marine, Catia dll. Output dari software ini biasanya adalah gambar kerja detail dan juga nesting plan yang akan menjadi input mesin potong otomatis.
Nesting drawing pembuatan kapal
Nesting Drawing

3. Fabrikasi
Proses berikutnya dari pembuatan kapal adalah fabrikasi. Fabrikasi yang dilakukan adalah mulai melakukan pemotongan raw material plat di mesin potong otomatis. Sebelumnya dilakukan blasting material terlebih dahulu. Hal yang sama juga dilakukan untuk profile, dilakukan pemotongan berdasar kebutuhan profile yang tercantum pada assembly drawing.
Fabrikasi assembly pembuatan kapal
Fabrikasi dan Assembly

4. Assembly Part
Proses selanjutnya dari pembuatan kapal adalah merangkai komponen-komponen yang telah dipotong untuk dijadikan sebuah blok. Pada proses ini dilakukan pengecekan oleh class surveyor, pengecekan dilakukan pada struktur yang disesuaikan dengan design approve class. Dan juga pengecekan dilakukan untuk hasil pengelasan, yang harus sesuai dengan Welding Schedule yang telah di-approve class.
Assembly Blok

Assembly dilakukan untuk tiap blok, yang apabila blok-blok tersebut sudah selesai maka dilakukan penggabungan semua blok tersebut di building berth.
Assembly Blok Pembuatan Kapal
Assembly Block

5. Erection
Proses pembuatan kapal berikutnya adalah erection di building berth. Semua blok yang sudah selesai digabungkan menjadi satu sesuai erection sequence. Yaitu berdasarkan urutan erection yang telah dibuat sesuai dengan strategi pembangunan di building berth. Bersamaan dengan erection ini maka dilakukan pula pemasangan system perpipaan di dalam tangki dan juga pemasangan outfitting kapal, seperti railing, inclined ladder, vertical ladder, bollard dll.
Erection Pembuatan kapal
Erection Block
Install Outfitting

6. Finishing
Proses pembuatan kapal selanjutnya adalah finishing. Proses ini sebenarnya masih butuh waktu yang panjang sampai kapal betul-betul siap untuk dioperasikan. Mulai dari Launching kapal, install Main engine, dan pompa-pompa system di kapal. Pemasangan interior, pengecatan kapal, pemasangan kabel dan intalasi kelistrikan, instalasi radio komunikasi. Dan masih banyak lagi item-item yang harus dipasang sesuai dengan regulasi.
Kapal sedang Proses Finishing

Baca Juga: Peluncuran Kapal

7. Sea Trial dan Delivery
Proses terakhir yang harus dilakukan sebelum kapal diserahterimakan adalah sea trial. Kapal diuji performancenya di laut bebas. Mulai kecepatan, maneuver, konsumsi bahan bakar, alat navigasi, alat keselamatan dll. Pemilik dan pihak klas surveyor mengikuti test ini untuk meyakinkan bahwa kapal telah memenuhi syarat secara regulasi dan sesuai dengan permintaan owner seperti yang telah dijelaskan pada spesifikasi teknis. Setelah semua proses tersebut dilalui, maka kapal baru bisa di-delivery kepada pemesan dengan diberikan garansi perawatan oleh pihak galangan sesuai kesepakatan kontrak pembangunan.
Sea Trial Pembuatan Kapal
Kapal saat Sea Trial

2019/09/29

SHIP LAUNCHING

Launching a ship is move the ship from the launch pad to water due to the gravity force of the ship on the incline. To launch a ship, it must be equipped with launching ways and sliding ways.
At the time the ship is being built, the ship is supported by supports such as keel blocks. If the ship will be launched, then the ship will be installed sliding ways that will glide over the launching ways.

The distance between the ground and the bottom of the ship must be sufficient to place the sliding ways and other launch equipment in place. Keel distance above the ground is about one and a half meters so that there is enough space to install the launching ways and launch equipment.

ship ready launching
Ship Ready for Launching
Ship launching can be divided into two types:
1. End launching
2. Side launching
In general, ships are launched by end launching, side launching are only used for certain conditions, for example on a river or canal.

For the end launching, the stern of the ship directed to the water so that the stern will be exposed to water first, this is to avoid the stern of the ship to hit the runway, and can reduce the speed of launch when the stern of the ship touches the water.

To reduce friction between sliding ways and launching ways, a lubricant consisting of a mixture of lime, soap, grease and paraffin is used.
The amount of resistance caused by this friction depends on:
1. Various kinds of lubricants
2. The average pressure of the sliding ways against the launching ways
3. Air temperature at launch
4. Launch speed

launching ways for ship launching
Launching Ways


CALCULATION OF SHIP LAUNCHING
The first step in calculating a ship launching is calculated the weight and center of gravity of the ship when it is launched. Because the ship was launched in unfinished conditions, the weight of the ship when launched is smaller than the weight of the ship after completion.
For this reason, the approach formula is used:
    P = C (Pb + Pm)
    P = Weight of ship when launched
    Pb = Ship Weight
    Pm = Ship Machinery Equipment Weight
    C = 0.85 for cargo ships, and 0.65 for passenger ships.

Read Another Article : Inclining Experiment

But the most appropriate calculation is the calculation of post by post, so that besides calculating the weight of the ship also calculates the longitudinal center of gravity and vertically center of gravity. The calculation of this weight is very important, because it is related to the calculation of tipping, stern lift, and trim of the ship when launching the ship.

Force at Ship Launching

From the picture shows that
    W Sin a> f. W cos a
    Sin a / cos a> f
    Tg a> f

So for small angles, where the value of sin a approaches zero (0) and the value of cos approaches 1, then the equation can be written a> f.
This means that to make ships move on their weight, the angle of the launch pad must be greater than the coefficient of friction of the lubricant used. If these conditions are unreachable, then to move the ship, it requires external impulse.

DANGER WHEN LAUNCHING OF THE SHIP
There are several critical conditions that need to be anticipated at the launch of the ship. The first danger is Tipping. Tipping is a condition when a hull has partially in the water and a partially of the hull has been released from the launch pad, but the moment of upward force of water is smaller than the moment of weight of the ship at launch. This can make the ship will continue to enter the water (can't float) or it can also happen the ship will break. To avoid this tipping, the steps taken are to extend the launch pad (under water), or by waiting until the tide, so that the water level can meet the requirements.


Video Ship Launching

The second danger from ship launching is dropping. Dropping is the condition when the bow of the ship hits the launch pad, after all the hulls have off the launch pad (launching ways). This happens when the ship has passed the launching ways but the water depth at the end of the runway is smaller than the height of the ship required to free floating.
To avoid this dropping, the steps taken are to extend the launch pad (under water), or by waiting until the tide, so that the water level can meet the requirements.

Video Ship Launching

2019/09/22

SHIP TYPE BASED ON THE PROPULSION SYSTEM

The ship has several types of propulsion; this is adjusted to the shipping area and also the purpose of the ship.
Ships are divided into 4 types based on their propulsion.

1. Ships with sails
Also called a sailing ship. The speed of this ship depends on the wind. It is often found on training ships and on cargo ships, but only on small vessels.

Sailing ship

2. Ships with paddle wheel drive
The principle of paddle wheel system is like using a paddle to push a boat. The paddle wheel is set on the left and right side of the ship and assisted by the engine when moving around. It is used in calm and shallow waters, usually in lakes and rivers as tourist boats and water rubbish collector.

Water Rubbish Collector

3. Ships with jet propulsion
The working system of the jet propulsion is that water is sucked through the channel in front of the ship, and then pushed towards the rear of the ship by using a pump to cause a water push. This system is often found on small boats made from fiberglass or stainless steel which has a high speed.

Speed Boat

4. Ships with propeller drive (propellers)
Propeller is very common propulsion used on various types of ships. Used in the cargo ship until the tug boat. The ship moves due to the spinning of the propeller mounted behind the hull, than giving rise to thrust.
Tanker Ship
Read Another Article : Ship Launching

JENIS KAPAL BERDASAR ALAT PENGGERAKNYA

Kapal memiliki beberapa jenis alat penggeraknya, hal ini disesuaikan dengan daerah pelayarannya dan juga kegunaan kapal tersebut.
Kapal dibedakan menjadi 4 jenis berdasar alat penggeraknya.

1. Kapal dengan alat penggerak Layar
Disebut juga kapal layar. Kecepatan kapal ini tergantung pada angin. Banyak dijumpai pada kapal-kapal latih dan pada kapal barang, tetapi hanya pada kapal kecil.

Kapal Layar

2. Kapal dengan alat penggerak paddle wheel
Sistem paddle wheel prinsipnya adalah seperti penggunaan dayung untuk mendorong kapal. Padle wheel dipasang dikiri dan kanan kapal dan bergerak berputar dibantu oleh mesin. Digunakan pada perairan yang tenang dan dangkal. Missal di danau dan sungai sebagai kapal wisata. Juga bisa digunakan sebagai kapal pembersih sampah.

Kapal Pembersih Sampah

3. Kapal dengan alat penggerak jet propulsion
Sistem kerja dari jet propulsion adalah air diisap melalui saluran di depan kapal, lalu didorong kea rah belakang kapal dengan menggunakan pompa hingga menimbulkan dorongan air. Sistem ini banyak dijumpai pada kapal boat kecil berbahan fiberglass atau stainless steel yang memiliki kecepatan tinggi.

Speed Boat

4. Kapal dengan penggerak propeller (baling-baling)
Propeller merupakan alat penggerak yang sangat umum digunakan pada berbagai jenis kapal. Mulai kapal kargo sampai kapal tunda. Kapal bergerak karena berputarnya propeller yang dipasang dibelakang badan kapal, sehingga menimbulkan daya dorong.

Kapal Tanker

2019/09/21

INCLINING EXPERIMENT

The Inclining experiment will be carried out to find out the weight of light ship, Height of Center of Gravity (VCG) and Length of Center of Gravity (LCG)

The Vessel should be completed in all respects as near to the light ship  condition as possible.
All tank should be empty and clean, or completely full. All tank, void space and bilges should be sounded and recorded prior to the experiment.

The vessel should be floating at even keel or with trim not more than 1% of LBP. The initial list (heeling)  should be less than 0.5 degree. If more trim is allowed, trimmed hydrostatic are to be used to analyzed the experiment result.
All personnel on board shall position themselves at ship’s centerline before the reading are taken and the number of personnel on board was kept to the minimum.

All mooring ropes are to be slackened during inclining experiment, especially when taking readings.
The total test weight used should be sufficient to provide a minimum inclination of 1 degree and maximum of 4 degree of heel.

The sample position of ballast concrete for inclining experiment :
  W1 Fr. 42 4.0 m of CL Starboard
  W2 Fr. 39 4.0 m of CL Portside
  W3 Fr. 36 4.0 m of CL Starboard
  W4 Fr. 33 4.0 m of CL Portside

Inclining Experiment Plan
Inclining Experiment Plan

Two (2) pendulum will be used to allow identification of bad readings at any one pendulum station. One (1) pendulum at forward, and one (1) pendulum at after of ship.
Eight (8) weight movement will be executed along inclining experiment.

Inclining Experiment pendulum record sheet
Pendulum Record Sheet
Read Another Article : Ship Launching

RECORDED DATA
       1.Draft of the ship such as after draft and fore draft (Port and Starboard).
       2.Length of Pendulum.
       3.Pendulum deflection for each weight movement.
       4.Weight to be added and weight to be deducted.
       5.Density of seawater.


THE FORMULA FOR CALCULATION OF INCLINING EXPERIMENT

inclining experiment formula


     where :
W = Shifted Weight in Tones
d = Transvere Spread in meters
D = Diplacement as Inclined
O = Angle of heeling on inclining experiment in degree
GM = Metacenter of Gravity in meters


TOOLS OF MEASUREMENT

Inclining Experiment tools


      Note:
O = x / L
x = Measure from letter of graphic
L = Pendulum Length
A = Basin
B = Pendulum
C = Rope of Pendulum
D = Oil
E = Letter of graphic

Inclining Experiment Shifting Movement

Shifting Movement



NOTE :
Kami menawarkan jasa pelaksanaan Inclining Experiment, mulai pembuatan Inclining Procedure, Pelaksanaan Inclining Test, Pembuatan Perhitungan Inclining Experiment Report. Silahkan tulis email di comment.

PERHITUNGAN LAUNCHING PELUNCURAN KAPAL

 Launching (peluncuran) kapal adalah proses menurunkan kapal dari landasan peluncur ke air yang disebabkan oleh gaya berat kapal pada bidang...